Paket

Paket Pernikahan

Selama 17 tahun berdiri telah banyak mempelai yang dibantu Sanggar Putri Ayu dalam hal perencanaan dan penyelenggaraan rangkaian acara pernikahan dirumah keluarga maupun di gedung. Dalam memilih paket pernikahan banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan kedua mempelai dan keluarga. Adat daerah dan modern sering kali sulit dipadukan mulai dari acara pra-nikah hingga resepsi. Konsep perencanaan dan penyelenggaraan yang diberikan Sanggar Putri Ayu akan mengintegrasikan keinginan kedua mempelai pada konsep modern dan keluarga yang menginginkan dan mempertahankan budaya dan tradisi adat daerah.

Perpaduan konsep modern dan adat tradisonal akan menghasilkan suatu sinergi baru dan nuansa yang berbeda bagi setiap mempelai dan keluarga. Dengan perencanaan yang baik dan penyelenggaraan rangkaian acara pernikahan yang disepakati kedua keluarga dengan matang maka mempelai akan merasakan menjadi ratu dan raja dalam sehari dalam kehidupannya. Perencanaan yang baik dimulai dari restu masing-masing orang tua kemudian dilanjutkan dengan penentuan tanggal lamaran. Pihak mempelai pria akan mengajukan tanggal dan proses lamaran pada pihak mempelai wanita. Pada saat acara lamaran tersebut ikut ditentukan tanggal akad nikah dan resepsi pernikahan. Jarak tanggal dan waktu antara acara lamaran dengan akad nikah sebaiknya beberapa bulan sehingga persiapan lebih baik. Ada kalanya waktu yang terlalu dekat akan mempersulit koordinasi bagi pihak-pihak yang membantu atau terlibat dalam kepanitiaan.

TIPS: Usahakan jarak tanggal dan waktu lamaran dengan acara akad nikah diperhitungkan dengan baik, misalnya minimal tiga bulan sebelumnya. Hal ini perlu dilakukan sehingga persiapan kelengkapan administrasi dan kepanitaan menjadi lebih terkoordinasi dengan lancar.

Adapun paket pernikahan yang ditawarkan oleh Sanggar Putri Ayu saat ini ada dua yaitu adat sumatera dan jawa. Paket pernikahan akan dijelaskan lebih dalam pada paragraf dibawah ini.

Paket Pernikahan Adat Sumatera

Pernikahan adat sumatera, khususnya daerah palembang sejak jaman kesultanan pada abad ke-16 ditentukan oleh keluarga besar dengan pertimbangan bibit, bobot, dan bebet. Di abad ke-21 ini sebuah pernikahan ditentukan oleh kedua mempelai dan restu dari masing-masing orang tua. Untuk memahami budaya dan tradisi adat palembang membutuhkan suatu keinginan untuk melestarikan seni dan budaya. Umumnya seluruh rangkaian kegiatan adat harus dilalui kedua mempelai agar kelak dapat menjalani bahtera rumah tangga dengan baik dan membina keluarga yang sakinah mawardah. Panjangnya rangkaian kegiatan adat tersebut tidak terlepas dari bantuan dari kedua keluarga besar. Kondisi perkotaan yang menuntut efisiensi waktu tidak memungkinkan seluruh proses adat dijalankan semuanya sehingga perlu dipilih rangkaian acara yang tepat bagi kedua mempelai dan keluarga.

TIPS: Bentuklah kepanitaan yang terdiri dari kedua keluarga besar mempelai. Pilihan lain adalah menyerahkan kepanitaan kepada pihak ketiga atau event organizer dalam membantu penylenggaraan pernikahan. Pastikan pihak-pihak yang membantu saling berkoordinasi dengan baik.

Dalam memadukan konsep, tema, dekorasi dan rangkaian acara diperlukan suatu kesepakatan dari kedua mempelai dan keluarga besar. Sebagai perencana dan penyelenggara, kami siap membantu merealisasikan keinginan kedua mempelai yang didukung dengan konsep, tema pernikahan dan susunan acara adat maupun umum. Tahap perencanaan sebaiknya di lakukan sebaik mungkin dengan menghitung perkiraan waktu, biaya dan tenaga yang membantu hingga terlaksananya seluruh kegiatan pernikahan. Perencanaan menjadi sangat penting karena terkait dengan perpaduan semua keinginan kedua mempelai dan keluarga. Kami mengerti dan memahami kesulitan yang ditemui kedua mempelai dan keluarga pada saat melakukan perencanaan, sehingga kami menawarkan jasa konsultasi perencanaan rangkaian acara pernikahan dengan cuma-cuma apabila kedua mempelai dan keluarga sepakat mempercayakan Sanggar Putri Ayu membantu dalam perencanaan dan penyelenggaraan.

Rangkaian acara adat palembang yang kami tawarkan sebagai berikut:

  • Acara pengajian yang dibantu oleh grup pengajian Sanggar Putri Ayu (Umma Hatusshaaliha);
  • Acara netak contok dan masang pacar atau berinai;
  • Acara akad nikah dan adat munggah pengantin;
  • Acara rudat/ terbangan;
  • Acara tari gending sriwijaya;
  • Acara resepsi pernikahan.
Perangkat pendukung acara adat palembang yang kami tawarkan sebagai berikut:
  • Busana pengantin eksklusif;
  • Busana keluarga/ panitia dan among tamu;
  • Busana penerima tamu;
  • Busana pagar bagus dan pagar ayu;
  • Busana pengipas;
  • Busana pembawa tombak dan payung;
  • Dekorasi pelaminan adat;
  • Dekorasi kamar pengantin;
  • Dekorasi bunga segar pilihan;
  • Dekorasi pergola atau gazebo dengan kain dan lampu hias;
  • Dekorasi bunga taman dan air mancur di depan pelaminan;
  • Dekorasi pohon palem segar sebagai latar belakang pelaminan;
  • Dekorasi kaca air terjun;
  • Dokumentasi liputan foto dan video digital.

Jika anda ingin sekedar bertanya mengenai kelengkapan perangkat pendukung serta konsep, tema dan perapadia atau ingin mendapatkan harga terbaik, dapat menghubungi kami langsung. Alamat dan nomor telepon tersedia di bagian Kontak.

Paket Pernikahan Adat Jawa - Surakarta/ Yogyakarta

Lamaran

Keluarga calon mempelai pria mendatangi (atau mengirim utusan ke) keluarga calon mempelai perempuan untuk melamar putri keluarga tersebut menjadi istri putra mereka. Pada acara ini, kedua keluarga jika belum saling mengenal dapat lebih jauh mengenal satu sama lain, dan berbincang-bincang mengenai hal-hal yang ringan. Biasanya keluarga dari calon mempelai perempuan yang mempunyai hak menentukan lebih banyak, karena merekalah yang biasanya menentukan jenis pernikahannya:

  • Paes Agung yaitu pernikahan agung
  • Paes Kesatriyan yaitu pernikahan jenis ksatria yang lebih sederhana

Jika lamaran diterima, maka kedua belah pihak akan mulai mengurus segala persiapan pernikahan.

Persiapan Pernikahan

Setelah lamaran diterima, maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah mempersiapkan pesta pernikahan. Pesta pernikahan Jawa adat Surakarta yang lengkap memerlukan banyak hal, dan pesta tersebut tidak dapat terlaksana tanpa bantuan seorang profesional. Orang yang bertanggung jawab mengatur segala persiapan pernikahan adat Jawa tersebut disebut Pemaes yang mewakili mempelai perempuan. Pemaes atau juru rias ini antara lain bertanggung jawab mengatur pakaian dan rias muka yang akan dikenakan oleh kedua pengantin. Selain itu panitia yang terdiri dari sang Pemaes dan kerabat-kerabat dekat pengantin juga mengatur berbagai hal seputar pesta yang akan dilangsungkan:

  • makanan dan minuman yang akan disajikan
  • tari-tarian dan musik (biasanya musik gamelan)yang akan mengiringi pesta
  • pembawa acara (MC) yang akan diundang
  • acara Siraman
  • acara Ijab dan saksi-saksinya
  • kata sambutan
  • keamanan, transportasi, komunikasi, dokumentasi
  • sewa gedung (akomodasi), perlengkapan pesta, dan lain sebagainya
  • dekorasi tempat pernikahan

Hal terpenting yang harus mereka persiapkan adalah acara Ijab (upacara pernikahan sipil), yang melegitimasi kedua pasangan sebagai suami dan istri yang sah.

Hiasan Pernikahan

Sehari sebelum pernikahan, biasanya gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi Tarub atau janur kuning yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan daun-daunan:

  • 2 pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon, melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh dimanapun).
  • Tebu Wulung atau tebu merah, yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat.
  • Cengkir Gading atau buah kelapa muda, yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain.
  • Berbagai macam daun seperti daun beringin, daun mojo-koro, daun alang-alang, dadap serep, sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya.

Selain itu di atas gerbang rumah juga dipasang bekletepe yaitu hiasan dari daun kelapa untuk mengusir roh-roh jahat dan sebagai tanda bahwa ada acara pernikahan sedang berlangsung di tempat tersebut.

Sebelum Tarub dan janur kuning tersebut dipasang, sesajen atau persembahan sesajian biasanya dipersiapkan terlebih dahulu. Sesajian tersebut antara lain terdiri dari: pisang, kelapa, beras, daging sapi, tempe, buah-buahan, roti, bunga, bermacam-macam minuman termasuk jamu, lampu, dan lainnya.

Arti simbolis dari sesajian ini adalah agar diberkati leluhur dan dilindungi dari roh-roh jahat. Sesajian ini diletakkan di tempat-tempat dimana upacara pernikahan akan dilangsungkan, seperti kamar mandi, dapur, pintu gerbang, di bawah Tarub, di jalanan di dekat rumah, dan sebagainya.

Dekorasi lain yang dipersiapkan adalah Kembar Mayang yang akan digunakan dalam upacara panggih

Upacara Siraman

Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum Ijab atau upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka.

Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting - yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria.

Acara siraman diawali oleh orang tua dan ditutup oleh Pemaes yang kemudian dilanjutkan dengan memecahkan kendi.

Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara dimulai:

  • Tempat air dari perunggu atau tembaga yang berisi air dari tujuh mata air.
  • Kembang setaman yaitu bunga-bunga seperti mawar, melati, cempaka, kenanga, yang ditaruh di air.
  • Aroma lima warna yang digunakan sebagai sabun.
  • Sabun cuci rambut tradisional dari abu dari merang, santan, dan air asam Jawa.
  • Gayung yang berasal dari kulit kelapa sebagai ciduk air.
  • Kursi yang dilapisi tikar, kain putih, dedaunan, kain lurik untuk tempat duduk pengantin selama prosesi berlangsung.
  • Kain putih untuk dipakai selama upacara siraman.
  • Baju batik untuk dipakai setelah uparaca siraman.
  • Kendi.
  • Sesajian

Sesajian merupakan hal yang dianggap penting dalam upacara Jawa. Sesajian untuk siraman terdiri dari berbagai macam sajian:

  • Tumpeng Robyong, nasi kuning dengan hiasan-hiasan.
  • Tumpeng Gundhul, nasi kuning tanpa hiasan.
  • Makanan seperti ayam, tahu, telur.
  • Buah-buahan seperti pisang dan lain-lain.
  • Kelapan muda.
  • Tujuh macam bubur.
  • Jajanan seperti kue manis, lemper, cendol.
  • Seekor ayam jago
  • Lampu lentera
  • Kembang Telon - tiga macam bunga (kenanga, melati, cempaka).

Urut-urutan acara siraman adalah sebagai berikut:

  • Pengantin pria / perempuan dengan rambut terurai keluar dari kamarnya diiringi oleh orangtuanya masing-masing.
  • Pengantin tersebut berjalan menuju tempat siraman.
  • Beberapa orang berjalan di belakang mereka membawa baju batik, handuk, dan sebagainya.
  • Pengantin tersebut duduk di kursi dan memanjatkan doa.
  • Sang ayah memandikan sang pengantin, disusul oleh sang ibu.
  • Sang pengantin duduk dengan kedua tangan diletakkan di depan dalam posisi berdoa.
  • Mereka menuangkan air ke atas tangannya dan sang pengantin berkumur tiga kali.
  • Lalu mereka menuangkan air ke atas kepalanya, muka, telinga, leher, tangan dan kaki masing masing tiga kali.
  • Setelah orangtua menyelesaikan prosesi siraman disusul oleh empat orang lain yang dianggap penting.
  • Orang terakhir yang memandikan sang pengantin adalah Pemaes atau orang lain yang dianggap spesial. Sang pengantin dimandikan dengan sabun dan shampo (secara simbolik).
  • Setelah itu acara pecah kendi yang dilakukan oleh ibu pengantin perempuan.
  • Sang pengantin akan mengenakan baju batik kemudian diiringi kembali ke kamar pengantin dan bersiap siap untuk acara Midodaren

Pecah Kendi

Kendi yang digunakan untuk siraman diambil. Ibu pengantin perempuan atau Pameas(untuk siraman pengantin pria) atau orang yang terakhir akan memecahkan kendi dan mengatakan: " Wis Pecah Pamore" - artinya sekarang sang pengantin siap untuk menikah.

Pangkas Rikmo lan Tanam Rikmo

Acara memotong sedikit rambut pengantin perempuan dan potongan rambut tersebut ditanam di rumah belakang.

Ngerik

Setelah acara Siraman, pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Pemaes lalu mengeringkan rambutnya dan memberi pewangi di rambutnya. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sesajian untuk upacara Ngerik pada dasarnya sama untuk acara siraman. Biasanya supaya lebih mudah sesajian untuk siraman digunakan / dimasukkan ke kamar pengantin dan dipakai untuk sesajian upacara Ngerik.

Gendongan

Kedua orangtua pengantin perempuan menggendong anak mereka yang melambangkan ngentaske artinya mengentaskan seorang anak

Dodol Dhawet

Kedua orangtua pengantin wanita berjualan minuman dawet yaitu minuman manis khas Solo, tujuannya agar banyak tamu yang datang.